Friendship (Ketika Boy Friend/Girl Friend Menjadi Boyfriend/Girlfriend)

Haiii.. hai.. haiii. hai
Setelah sekian lama blog ini tidak ditengok akhirnya malam ini bisa berkunjung lagi.
soo malam ini kita akan berbicara tentang? Tema yang udah gak asing lagi di telinga kalian tema yang sudah sering dibicarakan dari zaman prasejarah, zaman alay sampai saat ini. Sebenarnya sudah lama aku pengen mengangkat tema ini ini jadi tulisan, nah kebetulan sekarang ada waktu onggar yang cukup di malam hari dan minggu-minggu ini semapt diskusi, cerita-cerita sama beberapa teman dan sahabat tentang hal ini. Jadi cerita kita malam ini adalah tentang “When Boy Friend/Girl Friend Become Boyfriend/Girlfriend” kalau bahasa manusianya sih bagaimana jadinya ketika sahabatmu jadi pacar atau gebetanmu? biar lebih greget bisa sambil dengerin lagu Zigaz – Sahabat Jadi Cinta .

(Gambar ini aku dapat setelah searching di mbah google, sepasang anak kecil di tepi pantai soo thanks yang udah upload foto ini di mbah google)

Di sini yang bakal aku bagi bukan cuma proses bagaimana sahabat bisa berubah jadi pacar atau bahkan mantan pacar? Tapi juga tentang punya sederetan sahabat yang beda jenis sama kita (maksduku beda jenis kelamin yaaaa). Bagaimana rasanya ketika terkena perasaan yang boleh gak boleh itu, juga berbagai hal lainnya. Termasuk ketika masalah menimpamu dan sahabatmu hingga kamu merasa berada di titik paling nano-nano dalam hidupmu. Ini adalah sudut pandangku so wajar jika ada yang berbeda dengan sudut pandang kalian. Walau aku sedikit bingung memulai dari mana but let me to tell you.

Jadi dalam hidup ini gak ada sesuatu yang terjadi secara intan, semua hal butuh proses. Mau pinter aja butuh proses. Buat jadi manusia dewasa aja butuh proses yang mesti kamu lalui yaa walau kamu mungkin kadang mikir kok udah segede ini lagi ya? Perasaan baru kemarin aku minum susu pake dot haha. Termasuk yang namnya menjalin suatu hubungan. Yang aku maksud di sini bukan cuma pacaran atau pasangan hidup ya melainkan hubungan persahaban. Cerita awal persahabatan seseorang bisa berbeda-beda, kadang bahkan tiba-tiba menyadari sudah dekat, sudah sering nongkrong bareng, bercanda gak ngerti awal mulanya.

Contoh konkretnya sih kayak cerita persahabatan aku sama beberapa cowok kece yang udah aku anggap kayak kakak sendiri. Awal mula aku hanya dekat dan bersahabat dengan salah satu dari mereka sejak SMP, lalu yang satu lagi merupakan ya bisa dibilang pesaingku juga pas SMP. Ketika SMA kami bersekolah di tempat yang berbeda lalu aku sering bertemu dengan sahabatku yang dari SMP itu bersama beberapa kawan barunya, hingga tanpa sadar kami beberapa kali main di rumah orangtuaku, pulang sekolah bareng, chatting, saling kirim pesan bahkan curhat. Apalagi notabene aku yang merupakan anak tunggal berdoa pada Alloh untuk memberiku kakak bukan adik (Ya walau aku tahu jika lahir seorang anak lagi dari lahir ibumu dia otomatis jadi adikmu bukan kakakmu) entahlah awalnya aku juga gak sadar sampai suatu hari ketika tiba di akhir masa SMA hari itu aku pulang sekolah bareng cowok-cowok itu mereka sengaja ngajak aku pulang bareng dan aku ngerasa tetiba gak sendirian lagi di dunia ini berasa punya kakak. Sampai saat ini pun walau terpisah-pisah alhamdullilah hati kami gak kepotong-potong.

Sebenarnya jatuh cinta atau punya perasaan lebih pada sahabat itu salah enggak sih? Kalau sudah terlanjur bagaimana, kalau sahabatmu mulai kasih kode mesti bagaimana?
Gak ada yang salah kok dengan perasaanmu itu, apalagi hal itu kadang gak kamu sadari tiba-tiba ketika kamu menyadarinya saat perasaan itu sudah tumbuh subur dan ditambah pula kamu sering menyiramnya jadi tambah subur deh perasaan itu tumbuh di hatimu. Kalau kamu seorang perempuan dan ada sahabatmu yang cowok (pastinya) memberi kode aku punya beberapa tips nih ya tiap tips ini punya resiko masing masing juga.

  1. Kalau kode yang dia berikan masih taraf sedang, dan kamu belum tahu apakah kamu punya perasaan lebih atau nggak jalani saja dulu beberapa saat jangan terburu-buru ambil kesimpulan.
  2. Kalau dia sudah kasih kode keras entah itu lewat ucapan atau perbuatan tapi kamu belum yakin dengan perasaan mu kamu bisa pura-pura gak peka pura-pura gak ngerti ya walaupun menghindar itu gak baik, yang namanya persoalan mesti dihadapi namun ini jaan yang aman kalau kamu belum tahu isi hatimu Sambil pura-pura gak negrti ya kamu cari tahu apa latar belakang sahabatmu memberi perhatian yang dianggap gak biasa menurut parametermu untuk diberikan antara sahabat. Sambil cari tahu juga bagaimana perasaanmu terhadap sahabatmu yang itu.
  3. Kalau dia kasih kode dan  kamu memilih paham serta menanggapi kode ini. berarti kamu memutuskan melangkah lebih jauh, berarti kamu sudah paham apa kelebihannya jika dia           -sahabatmu- jadi pacarmu, apa rieikonya kau hubungan kalian berakhir alias putus dan imbas pada persahabatan kalian.
  4. Kalau kamu paham kodenya namun kamu tidak menginginkan ada Boy Friend/Girl Friend Menjadi Boyfriend/Girlfriend di antara kalian. Tergantung kalau dia mengkode saja kamu bisa mengarahkannya menjadi candaan sambil bantu cari sahabatmu itu cari pasangan maybe, atau kalu dia – sahabat cowokmu- punya keberanian lebih buat bicara dan dari awal kamu sudah berniat tidak menjawab IYA, hati-hati juga imbasnya. Ibarat kata suka atau disukai sahabat itu ditolak atau diterima menolak atau menerima ada resikonya. Ketika kamu sudah nolak usahakan jangan menghindar atau berbeda lebih menjauh walu beberapa saat itu wajar.

Nah buat yang cowok-cowok nih juga gak beda jauh sama tips-tips di atas. Ketika kamu menyukai sahabat cewekmu sebeum kamu kasih kode pastikan dia lajang broo, setelah itu cari tahu apakah ada cowok yang sedang mendekatinya atau yang sedang disukainya cari tahu apa yang dia sukai (berhubung kalian sahabat biasanya ini akan lebih mudah buat cari info), gak usah grasak-grusuk pastikan kamu memang benar-benar menyukainya sebagai seorang perempuan. Kamu juga mesti belajar menerima ketika dia hanya menganggapmu sahabat bukan antara laki-laki dan perempuan.

Yang ribet dalam hal ini bukan ketika jatuh cinta tapi ketika putus yang aku lihat sih demikian. Gak semua orang setelah putus hubuungannya baik-baik saja. Itu yang aku rasakan sendiri. Meskipun aku bersyukur mantan-mantanku bukan salah satu dari sahabatku.Pada awalnya ketika masih bersahabat terbuka saling cerita saling menghibur bercanda pun gak tanggung-tanggung gak canggung-canggung setelah putus mau nyapa pun rasanya bibir kelu melihat si dia dengan orang ain apapun status mereka apalagi ketika awal putus sakit rasanya (terutama yang masih cinta ketika putus), tambah lagi kalau putusnya gak secara baik-baik entah karena bertengkar, masih ada unek-unek yang nyangkut di tenggorokan dan belum tersampaikan, masih cinta tapi yang satu udah gak ada perasaan, satu pihak merasa satu lain gak perhatian lagi. Aku akui memang sulit. Walau alhamdulillah belum pernah dan berharap tidak mengalami nya. Tapi beberapa kasus yang pernah saya tahu rata-rata demikian. Ada yang sebentar atau jangka lama. Berada dalam tahap canggung atau sebal melihat orang yang jadi sahabat dan sekarang statusnya jadi MANTAN PACAR tersebut.

  1. Kalau dia yang duluan memutuskan hubungan kalian biarkan dia tenang buat beberapa waktu, biarkan orang yang pernah kau anggap sahabat cewek/cowok itu menstabilkan pikirannya. Tapi kalau kamu yang duluan memutuskan hubungan itu pikirin cara yang tepat, pikirin damapknya sama persahabatan kalian. Kalau kamu masih dalam emosi mending simpan bentar kata PUTUS nya daripada perang dunia ke 7 pecah. 
  2. Bukan hal aneh ketika sudah putus segala kejelekan mantanmu itu terlihat dan segala kebaikannya seolah tertimbun jauh di bawah tanah sejauh ribuan kilometer. Nah, aku saranin sejelek apapun dia simpan kejelekannya apalagi kalau sebelum jadi mantan dia adalah sahabatmu. Bagaimanapun walau ada mantan pacar aku belum pernah menemukan ada mantan sahabat. Sahabat itu sudah seperti saudara dan menutupi kekurangan saudara mu lebih baik walau gak mudah.
  3. Keluarkan unek-unekmu pada orang yang tepat yang bisa menjadi pendengar yang baik. Tell what you feel right now.
  4. Ketika keadaan sudah mulai membaik emosi di antara kalian sudah tidak segede api unggun yang menyala lagi, cobalah mulai saling berkomunikasi, menyapa atau menelpon berbicara secara BAIk-BAIK. Memendam amarah gak bakal bikin selesai masalah.
  5. Maafkan dia. Kalaupun pada akhirnya kamu merasa dia sudah tidak seperti dulu, dia tidak memahamimu lagi, dia tidak seperti saat kalian masih bersahabat, kalian canggung untuk saling berbagi lagi. Ingat dunia ini gak statis broo sist, perubahan itu ada. Mungkin itu perubahan yang kalian alami.
  6. Hal terparah dan paing tidak aku harapkan adalah para pelaku menjadi bermusuhan atau condong ke arah itu. Teori memang gampang tapi praktek gak selalu mudah. Ketika kamu sudah memaafkan, berbicara baik-baik, mecoba menjalin komunikasi sebagai sahabat kembali namun responnya masih kurang baik. Biarkan saja jangan terlalu ngotot. Ingatlah filosofi genggaman beras, ketika kamu genggam terlau kuat berat itu akan berceceran dari tanganmu namun ketika beras itu ada dalam posisi yang benar dalam tanganmu walau ada yang tercecer hanya sedikit, begitupun hal ini jika kamu terlalu ngotot pada sahabtmu itu boleh jadi dia maah menjauh bukan mendekat broo sist

Soo, setelah membaca sejauh ini pasti kalian bertanya tanya kok kamu so tahu banget sih Tis? Memang kamu pernah mengalami hal ini? (Pengen lebih menghayati sambil dengerin lagu ini Those Bygone Years itu Ost You Are The Apple of My Eyes. Buat yang udah nonton pasti ngerti bagaimana rasanya buat yang belum lain kali aku review Insya Alloh)
Oke aku berani nulis hal ini karena aku pernah punya perasaan lebih pada salah satu sahabatku, namun alhamdulilah gak sampai jadi mantan keburu bisa mengendalikan perasaan. Soo let me tell those years those stories about me and him. Aku gak bisa bilang siapa namanya, Aku pernah menyukai dia ketika aku kelas VIII SMP sampai aku lulus SMA pun masih ada rasa yang tertinggal. Memang kadang aku berpikir untuk bertindak lebih berani. Kadang aku kangen saat-saat kami masih jadi remaja tanggung ketika kami sering menghabiskan waktu berdua bersama-sama walau sekedar membaca buku di tangga dekat kelas. Mendengarkan dia bernyanyi menggunakan gitar. Sebelumnya aku gak pernah berani menceritakan apapun tentang hal ini pada hal intinya, hanya orang-orang tertentu yang mengetahuinya, namun kini biarlah kalian membacanya sebagai bahan renungan buat kalian bahwa jatuh cinta ,menyukai dan rasa sayang itu sulit buat milih gak seperti kamu milih jurnal yang valid. Bahwa ada perasaan yang kamu rasakan tapi kamu sadar sulit untuk bisa bersamanya karena berbagai hal. Back to story guys, singkatnya banyak banget cerita yang terjadi saat kami masih berada pada kelas dan sekolah yang sama selama masa putih biru. Pada akhir masa putih biru aku pikir perasaanku sudah hilang karena awal masa putih abu aku semapat menjalin hubungan dengan orang lain dan sempat juga menyukai orang lain selama di putih abu. Namun ketika aku menginjak kelas XII aku sadar aku masih menyukai dia, aku sadar masih ada cemburu melihat dia disukai sama perempuan-perempuan lain, dan lain sisi aku juga membenci kenyataan bahwa kami melanjutkan pendidikan di kota yang berbeda. Di sisi lain aku juga bahagia saat-saat itu tahun itu kami menjadi lebih dekat kembali. Pulang sekolah bareng, aku ingat kami pernah pulang sekolah berdua hari Jumat ketika aku selesai kumpulan jurnalistik dan kami tidak janjian. Saat kami mengunjungi ekspo perguruan tinggi bersama sahabat-sahabat kami. Saat kami berkumpul di rumah orangtuaku. Saat yang aku harapkan kadang tidak berakhir waktu itu, tapi waktu memang terus bergulirkan? Aku ingat waktu dia berangkat ke ibu kota Jawa Barat aku mendapat pesan singkat dan saat itu aku berpikir aku merasa kehilangan sesuatu hal.
Sering aku berpikir aku iri pada aku dan dia ketika kami masih berada pada bangku SMP ketika menyayangi seseorang itu masih simpel, ketika jalan pikiran belum serumit itu, ketika mengartikan perasaan masih sederhana, ketika cemburu masih dianggap orang lain sebagai anak kecil yang sedang kena cinta monyet, ketika aku bisa bersamanya sesuka hati melakukan berbagai hal. Biarkan aku sedikit membuka lembaran itu untuk aku baca malam ini. Pernah aku bertanya dalam hati apakah dia juga memilik perasaan yang sama sepertiku? Pernah memendam perasaan tahun-tahun itu? Ya seperti itulah dilema yag pernah ku haddapi satu hal yang aku syukuri aku masih bersahabat dengannya dan aku bisa mengendalikan perasaanku. Mungkin lagu ini bisa menggambarkan sebagian perasaanku yap Those Bygone Years girl version.

Pada intinya perasaan antara sahabat adalah hal wajar tergantung kamu mau menjadikan peluang perasaan itu medekati satu atau mendekati nol. Satu hal tolong diingat mantan pacar itu ada tapi MANTAN SAHABAT TIDAK ADA. Yap segitu dulu cerita untuk malam ini yak.
Jika masih ada yang terasa kurang mohon maaf hehe, aku menulis sesuai apa yang terlintas dalam benakku. Ingat broo sist ketika kalian sudah memiliki orang-orang yang mendapat tempat terssendiri di hati kalian orang-orang yang kalian sebut sahabat apalagi jika sudah kalian anggap kakak atau adik jaga mereka jaga dalam artian holistik.