Leader? Why not?

Kali ini aku bakal ngeshare pengalaman aku jadi pemimpin.
It’s firstly
What’s a leader?

Dalam bahasa Indonesia “pemimpin” sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya.
Pemimpin adalah suatu lakon/peran dalam sistem tertentu; karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki ketrampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin. Istilah Kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan ketrampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang; oleh sebab itu kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan “pemimpin”.

Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan – khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. (Kartini Kartono, 1994 : 181).

Nah temen-temen itu sebagian dari pengertiannya, kalo menurut Dream Life sendiri, pemimpin itu seseorang yang bisa ngelola sebuah kelompok, amanah, ngertiin anggota-anggotanya, cerdas, dll.
Oh ya, pemimpin itu bukan yang cuma nyuruh-nyuruh doang! Tapi, ngasih contoh juga buat anggotanya

So, what the tasks for leader?

Menurut, Kepala Sekolahku di SMAIT Insantama, pemimpin itu tugasnya ATM. Apasih ATM?

Angsuran Tunai Mandiri? Bukan, tapi Aman, Tentram dan Nyaman. Nah ATM itu WAJIB dilaksanain oleh pemimpin. Kalo enggak ya, kriterianya kurang mungkin ya buat jadi seorang pemimpin.hehehe

Itu sedikit pembukaannya ya. Aku pernah memegang jabatan ketua pelaksana LDK(Latihan Dasar Kepemimpinan) di sekolahku, kegiatan ini berlangsung dengan berjalan kaki dari Bogor ke Cianjur. Yang paling mnearik itu, aku baru pertama kali jadi seorang leader waktu kelas X. Dan harus nyiapin dana sebesar 28 juta dalam waktu seminggu. Wah udah tuh klengerlah bersama-sama pemimpin ma anggotanya. Tapi, dengan keyakinan bersama bahwa Allah SWT bakalan dateng pertolongannya ke kita, Alhamdulillah waktu itu dana daoet ke kumpul juga. Padahal, 2 malem terakhir sebelum acara, duit baru dapet 2 juta doang. Subhanallah deh pokoknya, apalagi kita surplus.

Tapi, keberhasilan itu ternyata membuat kita lupa, terutama aku sebagai ketuanya. LPJ telat, evaluasi gak ada, exsummnya telat. Pokoknya kita kewalahan di akhir, ternyata saya waktu itu dengan tidak sengaja melakukan maksiat. Walhasil, pemimpin yang seperti ini bakalan ngancurin juga sebuah team work yang udah dibangun. Daripada itu, aku ingetin jangan sesekali melakukan hal-hal yang dapat merusak team work yang udah kita bangun. Sejak saat itu, aku terus belajar, belajar dan terus belajar agar dapat menjadi seorang pemimpin yang ideal like Rasulullah SAW.

Oke guys, cukup dulu sharing kita kali ini. Entar, I will share about my experience with you!