SAAT KENANGAN ITU HANYA MILIKKU, BUKAN MILIK DIA ATAU KAMU

“Kenangan mungkin terkadang menjadi sebuah cerita yang indah untuk diceritakan, tapi terkadang pula menjadi sebuah cerita yang hanya akan ada dalam pikiran seseorang, bukan untuk Dia atau Kamu”

Kenangan ini dimulai sejak 10 tahun yang lalu…

Lulus Sekolah Dasar bagi sebagian orang adalah hal yang biasa, begitu juga Aku. Terbesit sedikit rasa takut, apa yang akan Aku alami nanti? Siapa yang akan menjadi temanku nanti? Pertanyaan demi pertanyaan lama kelamaan terjawab ketika Aku dinyatakan lulus tes di sebuah Sekolah Menengah Pertama Negeri yang cukup bagus bekas sekolah Kakakku 4 tahun yang lalu.

Kelas 1-3 SMP, Aku berperan sebagai murid SMP yang seperti biasa taat terhadap peraturan. Tapi tunggu dulu, bukan kenangan seperti ini yang akan Aku ceritakan. Aku mempunyai teman-teman yang unik, pikirku saat Aku tiba di dalam kelas dan hampir semua murid telah duduk di bangkunya masing-masing. Aku duduk di bangku yang masih kosong, aku lupa siapa teman sebangkuku pertama saat itu. Emm, tidak penting, bukan itu intinya.

Bulan demi bulan aku melewati masa kelas 1 SMPku dengan cukup “DATAR”. Suatu hari, salah satu genk perempuan di kelasku yang bisa dibilang cukup fenomenal dengan gebrakan mode rambutnya yang serempak itu melakukan gebrakan lagi. Salah satu anggota genk tersebut sebut saja Hati, menyatakan rasa sukanya kepada salah satu teman lelaki di kelasku. Dengan bunga, di Kantin kalau tidak salah, dan mungkin bagi kalian ini hal biasa, tapi ternyata ada temanku lagi yang melakukan hal sama dengan teman lelaki ku itu, emm sebut saja laki-laki itu dengan Anto, dan perempuan satunya dengan Asti. Dan Aku bisa menebak apa yang akan dilakukan Anto, dia menolak semua perempuan itu. Entah alasannya apa, tapi Aku begitu yakin.

Kenapa Anto disini sosok yang penting? Karena Dialah yang akan menjadi salah satu bagian dari ceritaku. Anto memang sosok laki-laki yang cukup tampan, tapi tidak untuk dijadikan pacar pikirku. Bayangkan saja, Anto begitu mudahnya dekat dengan perempuan-perempuan manapun, dan ternyata salah satu teman dekatku juga menyukainya. 2 tahun berlalu, dan tahun ketiga Aku di bangku SMP, Aku kembali sekelas dengan teman-temanku kelas 1.

Singkat cerita, aku mulai sadar bahwa ada sesuatu yang aneh pada diri Anto, bukan aneh dalam arti yang jelek, tapi sikap Anto terhadapku memang berbeda dan Aku juga merasakan hal yang berbeda terhadapnya, mungkin “kagum” atau?????. Emm, sudahlah, Aku berusaha untuk menghilangkan segala pikiranku tentangnya, karena Aku tidak mau terlalu disibukkan dengan masalah lelaki saat itu lagipula Aku sudah tau sejak SMP, teman dekatku sangat menyukai Anto. Aku hanya bisa memendam semua rasa penasaranku dengan Anto dalam pikiranku. Suatu hari saat hari terima raport tengah semester, Aku yang biasa pulang dengan orangtuaku, saat itu Aku pulang dengan bus yang sering aku tumpangi. Aku jalan keluar dari sekolahku menuju tempat dimana Aku sering menunggu bus. Tak lama kemudian, lewatlah dua temanku, Anto dan sebut saja Dwi. Kataku dalam hati, “Ah, lagi-lagi dia!!” Mereka lewat di depanku dan tersenyum sambil lalu, menunggu di kejauhan.

Ketika bus datang, dengan sigap Aku menyetop dan naik, tapi entah kenapa Aku menoleh ke arah mereka yang entah sedang berdiri tertegun melihat ke arahku, lalu sempat mereka berbicara dan akhirnya mereka lari mengejar bus yang Aku tumpangi. Saat Aku duduk, Aku hanya berpikir ada apa dengan mereka??

Anto yang tidak pernah jelas dengan sikapnya terhadap perempuan, tapi kenapa Aku merasakan hal yang beda yang selalu menganggu pikiranku bahkan sampai tamat SMP. Tahun demi tahun Aku lewati dengan pikiran, tanda tanya besar, dan mimpi-mimpi yang sangat membingungkan tentang Anto.

Lulus SMP dan beralih ke SMA tidak serta merta membuatku lupa dengan sosok Anto. Bahkan sampai Aku menemui seorang laki-laki di SMA sebut saja Tara yang membuat diriku pertama kali merasakan suka, kagum dan sekaligus sakit hati. Laki-laki ini bisa dibilang, yak Aku memang mengaguminya. Tampan, pintar, baik, dan punya obsesi untuk menjadi nomor 1. Dan rasa itu mulai muncul dan tumbuh, meski Aku mungkin hanya teman biasa buatnya. Rasa kagum itu tumbuh semakin kuat sampai kelulusan SMA itu tiba. Dan Aku sekali lagi hanya bisa memandangnya dari kejauhan, karena tak pernah terlintas di pikiranku untuk mengatakannya.

2 tahun sejak kelulusan SMA ku, aku hidup dalam bayang-bayang 2 laki-laki itu, Anto dan Tara. Mereka tidak pernah masuk dalam hidupku dengan sengaja, tapi kenangan itu muncul dan tumbuh dengan sendirinya dalam hati dan pikiranku. Mimpi atau impian?? Aku tidak pernah tahu itu apa. Aku tidak pernah tahu apakah Kamu juga mengalami hal yang sama sepertiku? Aku juga tidak ingin tahu itu.

Sampai pada saat malam tahun baru 2011, Aku memutuskan untuk merelakan kenanganku. Dengan keberanian yang Aku punya, Aku mengatakan perasaanku meski secara tersirat kepada 2 laki-laki itu. Bukan untuk melupakan kenangan yang telah ada, tapi untuk merelakan kenangan yang menggelayuti pikiranku selama 10 tahun ini.

Kenangan yang indah meski sebenarnya pahit. Kenangan yang bahkan dimulai pun tidak pernah, karena Dia dan Kamu tidak pernah memulainya. Kenangan yang hanya akan menjadi angan-angan dan mimpiku. Kenangan yang memang hanya sebuah kenang-kenangan dalam hidupku, bukan untuk terjadi tapi untuk sekedar mimpi.

“Kenangan yang hanya menjadi milikku seorang, bukan milik Dia atau Kamu”