sudah selesai

“Sudah selesai”

Yohanes 19: 30

 

Kata-kata ini termasuk ke dalam kata-kata yang Yesus ucapkan sebelum kematiannya di kayu salib. Ketika Dia menyerahkan nyawanya Yesus juga berkata:

“Sudah selesai”

Sesungguhnya, apakah itu yang dimaksudkan oleh Yesus dengan “sudah selesai”. Apa yang sudah selesai?kehidupannya kah? Apakah benar kehidupan Yesus selesai tidak berlanjut lagi setelah penyalibannya, sebaliknya sejarah mencatat malah ditemukan banyak Kristus-Kristus baru setelah Yesus tidak ditemukan lagi di dunia ini, itu sebabnya munculah istilah Kristen, bagi orang-orang yang hidupnya serupa dengan Yesus. Kehidupan Yesus tidak selesai hanya sampai penyalibannya saja, nafasnya terus diteruskan menyebar ke segala penjuru dunia bertahan selama berabad-abad, dihembuskan dari nyawa ke nyawa langkah demi langkah ratusan bahkan ribuan orang telah melanjutkan perjalanan Yesus anak tukang kayu dari Nazareth yang dilahirkan lebih dari 2000 tahun yang lalu sehingga hari ini seluruh benua sudah pernah mendengar tentang dia dan apa yang dia ajarkan.

Jadi apa yang sudah dia selesaikan kalau kita hari ini masih melihat orang-orang melakuan pekerjaannya? Atau mungkin kita pun salah satu orang yang melanjutkan nyawanya di dunia ini. Pertanyaan yang sama: apa yang sudah selesai itu?

Hutang dosa, dan semua konsekuensinya sudah selesai lunas terbayar oleh Yesus. Itulah yang sudah selesai. Sebab kamu tahu, kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.(1pet1:18-19)

Karya penebusan itu sudah selesai ketika Yesus disalibkan bagi kita. Hal ini berdampak sangat besar jika saja kita mau mengimaninya. Dampaknya tidak bisa tidak adalah kehidupan yang kita miliki dalam kelimpahan, kemenangan dan ketidakmustahilan dalam segala sesuatu.

I korintus 15:57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

II Korintus 2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.

 

Kolose  2:15 Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.

 

 

 

 

Matius  17

17:20 Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Markus  9

9:23 Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!

Yesus sudah memungkinkan kita untuk selalu membuat kita menang. Selalu bukanlah kadang-kadang. Selalu artinya ya selalu, bukan juga hampir selalu. Sejak penyaliban dan kemenangannya atas maut, kita berhak untuk selalu menang dalam segala sesuatu karena tidak ada suatu hal pun yang mustahil bagi orang percaya, maka segala sesuatupun mungkin untuk dimenangkan. Financial, kesehatan, relasi, percintaan, keluarga, pekerjaan, studi, kekudusan, pelayanan dan lain-lain. Daftarnya bisa terus bertambah dan kabar baiknya semuanya yang kita hadapi bisa dimenangkan karena semuanya sudah selesai atau tepatnya sudah diselesaikan.

Tetapi akan halnya kita tidak menerima kemenangan itu, maka seperti kesalahan tidak terjadi pada stasiun televisi yang sudah menyiarkan siarannya jika kita tidak menikmati siaran tersebut, demikian pula kesalahan tidak terjadi pada pihak Tuhan yang telah memberikan kemenangan itu bagi kita jika kita tidak menerina janji-janji-Nya. Jika sebuah stasiun televisi telah menyiarkan siaran dan kita tidak menerima siaran tersebut, maka masalahnya mungkin karena kita sedang melihat oven yang mirip televisi, atau kita sudah melihat televisi namun tidak menghidupkannya, atau kita sudah melihat televisi dan sudah menghidupkannya tapi televisinya sedang rusak. Yang pasti stasiun televisinya sudah mengirimkan siarannya. Sungguh tidak tepat jika kita complain pada stasiun TV yang sedang siaran hanya karena kita malas untuk membetulkan antenna TV kita.

Namun, ada juga orang-orang yang berlaku seperti orang-orang bijak yang mau menerima apa yang terjadi pada mereka, mereka duduk di sofa mereka, berharap-harap cemas apakah kali ini mereka bisa menikmati siaran Piala Dunia yang telah mereka nantikan. Mereka kemudian menyalakan TV nya namun tidak memeriksa apakah chanelnya sudah tepat, atau apakah antenanya sudah terpasang, mereka memiliki pengharapan yang begitu besar, karena mereka pikir itu cukup. Ketika mereka tidak menerima apa yang mereka harapkan, mereka saling menguatkan satu sama lain, lalu seseorang dari mereka mulai berkata: “ saudara-saudara yang saya kasihi, Stasiun televisi memiliki tiga jawaban untuk kita yang berharap, ada jawaban Ya, Tidak dan Tunggu, mungkin kali ini Stasiun TV belum mau memberikan siarannya tapi percayalah Stasiun televisi mengetahui yang terbaik bagi kita, harap kita semua bersabar dengan kondisi ini, mari kita jangan putus pengharapan, suatu saat nanti, pada waktu yang dia anggap terbaik bagi kita, kita akan menerima siarannya. Ada amin saudara ku?.”

Bukankah kita yang tidak beriman sering bersembunyi dibalik pembenaran diri semacam itu, masalahnya seringkali bukan pada waktu Tuhan, karena Dia telah memberikannya bagi kita, masalahnya sering kali ada pada kita yang tidak sepenuhnya percaya Dia mau melakukannya bagi kita saat ini. Simaklah doa seorang pelayan gereja yang sedang menegok anggota jemaat yang sedang sakit ini:

“ Bapa kami di dalam sorga, kami saat ini sungguh sangat bersyukur, karena Engkau telah memberikan sakit penyakit ini bagi saudara kami, kami berdoa agar engkau bekerja lewat obat-obat yang diminum, lewat pelayanan yang diberikan oleh dokter, perawat dan keluarga, biarlah itu menjadi kesembuhan bagi saudara kami ini Tuhan. Terimakasih ya Tuhan kami berdoa dalam nama tuhan kami Yesus Kristus, amin.

Masalahnya bukan terletak pada kata-katanya tapi kepada pola pikir yang mendasari doa ini atau doa-doa semcam ini. Silahkan pungkiri, tapi dewasa ini kita lebih mudah beriman pada ramuan, racikan obat-obatan yang berjudul berkhasiat, dari pada pada penumpangan tangan orang percaya yang menyembuhkan seperti yang tertulis di markus 16:17-18.

Menjadi bijaklah, sanggahlah pernyataan di atas, itu pasti membuat diri kita merasa lebih baik, dan memang itulah yang sering dilakukan kita, orang-orang Kristen abad ini, melakukan ritual ibadah, atau melakukan segala aktifitas rohani untuk merasa lebih baik di dalam diri kita.

Alih-alih kita menambah iman, kita malah menjadi lebih bijak dan lebih lapang dada menerima segala yang terjadi pada kita. Mengobati perasaan dengan mengatakan pada diri bahwa “Semua yang terjadi sudah didizinkan oleh Allah” cukup membantu, mengapa tidak dilanjutkan dengan kebenaran bahwa “tidak ada yang mustahil bagi orang percaya”. Mengapa kita lebih suka melihat, menerima, dan bersabar dengan ratusan semut-semut di layar kaca dari pada memperbaiki TV kita yang rusak?

Mari kita cermati apa yang dituliskan Paulus untuk jemaat di Efesus.

Ephesians 1:3-4 (NEW INTERNATIONAL VERSION)

Praise be to the God and Father of our Lord Jesus Christ, who has blessed us in the heavenly realms with every spiritual blessing in Christ. For he chose us in him before the creation of the word to be holy and blameless in His sight in love.

(LAI, TERJEMAHAN BARU)

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat dihadapannya. *)Dalam kasih ….

*)beberapa terjemahan bahasa Inggris menyatukan frasa “dalam kasih” dengan kalimat sebelumnya, tidak terpisahkan oleh tanda baca titik. Sehingga terjemahan Bahasa Indonesia untuk efesus 1:3-4 menjadi:

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat dihadapannya dalam kasih.

Bahkan Petrus pun yang pernah berselisih dengan Paulus dalam beberap hal, menuliskan hal yang senyawa.

 

 

II Petrus  1

1:3 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.

 

Segala berkat yang menjadikan kita kudus dan tak bercacat dihadapan-Nya dan yang berguna agar kita hidup saleh telah dianugerahkan bagi kita.