WAOOO TKW BISA NGAMPUS

Era modernisasi menuntut wanita menjelma sebagai sosok yang fleksibel dalam keadaan dan kondisi apapun, wanita hampir tak ada bedanya dengan seorang lelaki dalam dunia pekerjaan, kemampuan bersaing dan berkualitas.  Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa wanita tidak hanya dituntut menjadi Ibu Rumah tangga yang baik, tetapi wanita dituntut harus hidup professional. Terbukti bahwa  sebagian besar mahasiswa Universitas Terbuka di Hong kong bisa ngampus dengan mayoritas sebagian besar sebagai pekerja rumah tangga.
Walau hanya sebagai pekerja rumah tangga yang memiliki keterbatasan waktu belajar, bukan tanpa alasan bagi para mahasiswa UT yang ada di negeri beton para buruh migran Indonesia dengan percaya diri untuk bisa mampu berkarya dan bersaing dengan mahasiswa Indonesia di seluruh dunia.
Tak ada satupun di antara kita yang bisa menahan bergulirnya waktu. seperti yang kita inginkan, yang ada hanyalah mengatur waktu agar semua berjalan sesuai dengan rencana dan sesuai dengan jadwal akademik dari Universitas Terbuka. Akhirnya Semua mahasiswa UT-UPBJJ-Hong kong mengikuti ujian semester pada tgl 08 dan 15 mei 2011 dengan jumlah mahasiswa 79 siswa yang terdiri dari 2 jurusan yaitu administrasi Niaga  28 siswa dan sastra inggris 51 siswa. Suasana Ujian berlangsung  baik dan tertib, meskipun lokasi ujian di tempuh +- 45 menit dari rumah masing-masing yang berlokasi di 55 Victiria roada Bayanihan kennedy town tidak menjadi kendala bagi para mahasiswa untuk mengikuti AUS.
Dengan kreatif para mahasiswa mampu mengkoordinasi berjalannya ujian semester dengan cara membentuk panitia pelaksana, seperti yang di ungkapkan oleh Lilis Cahyaningsih sebagai ketua pelaksana bahwa dengan adanya kerjasama antara para teman mahasiswa kita dapat mengkoordinasi berlangsungnya ujian semester periode 2011.1 dengan lancar,  disini ada Eli Hayati yang bertidak sebagai koordinator lapangan dan transportasi sedangkan konsumsi di pegang langsung oleh Nunuk susiana yang juga sebagai ketua kelas B, adapun dewi Utha ketua kls A dan Sulistianingsih membantu kelancaran berlangsungnya ujian, dan Natma sebagai penanggung jawab atas seluruh kegiatan Mhasiswa Ut-UPBJJ Hong kong
Mesiki di luar sana tenaga kerja Indonesia seolah tak berarti di mata publik, akan tetapi mahasiswa Universitas Terbuka yang ada di Hong kong secara perlahan membuktikan bahwa mereka datang ke Hong kong tidak hanya menjual tenaga kerja, tapi mereka juga bisa memegang buku dari universitas dan membuktikan bahwa mereka bisa seperti mahasiswa pada umumnya.
Rasa terimakasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah membatu baik yang tampil maupun yang berada di belakang layar seperti direktur GITC ( Global Indonesia training Center) yaitu pak Iwan Giwangkara yang telah berhasil menjembatangi antara mahasiswa dan universitas terbuka, demikian pula terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Universitas terbuka yang memberi peluang besar kepada para buruh migran Indonesia yang ada di Hong kong untuk meniti cita-cita masa depan yang lebih cemerlang,  dengan harapan  semoga mahasiswa UT-Hong Kong priode 2010 dan seterusnya menjadi lulusan terbaik Universitas Terbuka yang berkualitas.
Hong kong 28 Th of may 2011
By Natma